Senin, 15 September 2014

LANDASAN DASAR DAN KAJIAN TEORITIK


Tipe Keilmuan
1.      Scientifik
Memandang ilmu secara objektif (Standarisasi-refleksi-observasi-konsistensi-akurasi). Dunia merupakan bentuk yang dapat diobservasi. Ilmu dalam scientifik bertujuan untuk mengobservsi alam dan menjelaskan sesuatu secara detail dan akurat, berupaya memperoleh persamaan (konsensus) dan mengurangi perbedaan, serta pemisahan antara “known” dengan “knower” Ilmu sebagai aktivitas “out there
2.      Humanistik
Memandang ilmu secara subjektif (intuisi-kreatifitas-interpretasi-insight). Menekankan pada kreatifivitas Individual. Ilmu dalam humanistik tujuannya: memahami respon subjektif individu, berupaya mencari interpretasi alternatif, ilmu sebagai aktivitas “in here” dan fokus pada seni, pengalaman pribadi dan nilai.
3.      Social Science
Merupakan perpaduan antara Scientifik dan humanistik dengan memasukan elemen-elemen Science dan humaniora. Tujuannya adalah mengobservasi dan menginterpretasi pola prilaku manusia, berupaya membangun konsensus dari apa yang diobservasi dengan cara dijelaskan dan diinterpretasi, dan interpretasi bersifat komplek karena meneliti manusia sebagai subjek yang aktif.

Ilmu, Konsep, dan Teori: Sebuah Landasan Memahami Konsep Berfikir
1.      Konsep
Konsep merupakan sekelompok hal atau kegiatan yang dimasukan ke dalam sebuah kategori. Salah satu tujuan pokok dari teori yakni mempresentasikan konsep-konsep berguna. Bagian penting konseptualisasi itu ialah labeling yakni mengidentifikasi konsep kita dengan simbol biasanya bahasa. Konsep dan definisi tidak dapat dipisahkan karena sejumlah daftar konsep tanpa penjelasan bagaimana hal-hal tersebut terhubung satu sama lain dan dinamakan taxonomy.
2.      Teori
Teori dapat berarti abstraksi realitas yaitu sekumpulan prinsip, definisi yang mengorganisasikan dunia empiris secara sistematis. Teori terdiri dari sejumlah konsep yang menyediakan penjelasan. Statemen mengenai bagaimana variabel-variabel tersebut terhubung satu dengan lainnya karena generalisasi yang diterima secara empiris.
Teori memiliki dua keperluan yaitu Causal necessity (keperluan penyebab) yakni menjelaskan sesuatu dalam istilah “cause-effect” dimana prilaku dipandang sebagai hasil kekuatan penyebab. Dan Practical necessity (keperluan praktis) yakni menjelaskan sesuatu dalam istilah “achieving a goal  yakni tindakan sadar yang didesain untuk mendapatkan masa depan.
Teori memiliki beberapa fungsi yaitu mengorganisasikan dan menyimpulkan, memfokuskan, menjelaskan sesuatu, mengamati sesuatu, membuat prediksi, heuristik (to generate research, growth of knowledge), komunikasi, mengendalikan dan generatif (to generate new way of living).
3.      Perspektif
Perspektif adalah definisi situasi atau seperangkat gagasan yang melukiskan karakteristik situasi dan memungkinkan mengambil tindakan. Perspektif sering juga disebut paradigma kadang disebut pula mazhab pemikiran (school of thought) adalah suatu cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata. Perspektif juga bisa berarti suatu spesifikasi jenis tindakan yang layak dan masuk akal dilakukan orang atau standar nilai yang memungkinkan orang dapat dinilai (kriteria untuk penilaian).

Ada dua jenis perspektif yang pertama adalah perspektif objektif yang memiliki karakteristik:
         Realitas dianggap tunggal, seragam, nyata, eksternal, statis dan diatur oleh hukum universal
         Manusia pasif (sebagai objek)
         Perilaku manusia dikontrol oleh lingkungan (mekanis). Misalnya Stimulus-Response
         Perilaku manusia dapat diramalkan (cause-effect)
         Penelitian bersifat otonom, berjarak dari subjek penelitian, penelitian berjangka pendek
         sampel besar, menguji teori, dan bersifat generalis
         Metodologi empiris menekankan pada eksperimental, survey korelasional
         Analisisnya bersifat deduktif yakni sebuah cara analisis yang dilakukan saat data sudah terkumpul biasanya menggunakan statistik
         Kriteria penelitian : objektivitas, reliabilitas dan validitas yang menekankan pada kesepakatan peneliti, kuantifikasi serta reflikasi penelitian.
         Penelitian dianggap sebagai bebas nilai, etika juga moral.
Perspektif objektif juga biasa disebut dengan istilah saintifik, empiris, behavioristik,  struktural, positivistik, fungsionalis, mekanistik, deterministik, kuantitatif, deduktif,, atomistik, rasionalistik dn lain-lain.

Jenis kedua dari perspektif adalah perspektif subjektif. Perspektif ini memiliki karakteristik:
·         Pengetahuan tidak mempunyai sifat objektif dan sifat yang tetap
·         Bersifat interpretif dan makna dinegosiasikan
·         Realitas sosial dianggap sebagai interaksi sosial yang bersifat komunikatif
·         Pendekatan kreatif , individu menciptakan apa yang ada “di luar sana”
·         Setiap manusia bersifat unik
·         Fenomena sosial bersifat sementara dan polisemik (multimakna).
Perspektif subjektif juga biasa disebut dengan istilah humanistik, interpretif, fenomenologis, konstruktivis, konstruksionis, naturalistik, interaksionis, interaksional, kualitatif, induktif, holistik, kontemporer, dinamis dan lain-lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar