Senin, 29 September 2014

ALIRAN-ALIRAN TEORI KOMUNIKASI



Setidaknya ada 5 aliran teori komunikasi, yaitu:
         Structural Functional Theories
         Cognitive and Behavioral Theories
         Interactionist Theories
         Interpretive Theories
         Critical Theories

1.      Aliran Struktural Fungsional
Aliran ini memiliki ciri-ciri yaitu, mempercayai bahwa struktur-struktur sosial itu nyata dan berfungsi dengan cara-cara yang dapat diobservasi. Mengasumsikan stabilitas selamanya yang disebut dengan istilah sychrony daripada mengasumsikan perubahan atau diachrony. Tidak mempercayai subjektivitas dan kesadaran. Mempercayai realitas independen melalui observasi yang hati-hati. Memisahkan bahasa dan simbol dari pemikiran dan objek-objek yang disimbolkannya.
Contohnya : Teori Informasi (Claude Shannon), Teori Cybernetic (Norbert Weiner), Dynamic Social Impact Theory (Bibb Latane) dan lain-lain.

2.      Aliran Kognitif dan Perilaku
Aliran ini memfokuskan pada individu karena membicarakan keterhubungan antara stimulus dan respon. Dalam setiap individu pasti memiliki prilaku dan kognisi yang berbeda maka, istilah kognisi merupakan pemikiran atau fokus pada bagaimana seseorang berpikir Ketertarikan juga pada hubungan “thinking” dan “behavior”.
Contoh :  Teori Disonansi Kognitif (Leon Festinger), Relevance Theory (Dan Sperber & Deirdre Wilson), Atribution Theory (Frizt Heider).

3.      Aliran Interaksionis
Aliran ini memandang kehidupan manusia sebagai proses interaksi. Seluruh strauktur sosial akan eksis dan dibentuk secara terus-menerus melalui interaksi. Fokusnya pada bagaimana bahasa digunakan dalam menciptakan struktur sosial dan bagaimana bahasa serta sistem simbol lainnya diproduksi. Makna tidaklah objektif, melainkan diciptakan oleh masyarakat dalam tindakan komunikasi. Pengetahuan bersifat situasional tidak universal.
Contoh : Social construction of Reality (Alfred Schutz), Teori Interaksi Simbolik (George Herbert Mead), Dramatisme and Narrative (Erving Goffman).

4.      Aliran Interpretatif
Aliran ini berusaha mencoba menemukan makna dalam tindakan dan text. Karena dalam kedua hal tersebut menggambarkan proses munculnya pemahaman. Membedakan secara tajam antara penjelasan scientific dengan pemahaman (understanding). Tujuan interpretasi bukanlah menemukan hukum yang mengatur kejadian melainkan memahami cara masyarakat memahami pengalaman merek. Menekankan pada subjektivitas dan fokus pada pengalaman individu dan menjadikan bahasa sebagai pusat pengalaman.
Contoh Teori : Phenomenology (Edmund Husserl), Hermeneutics (Martin Heidegger).

5.      Aliran Kritis
Aliran ini berfokus pada isu ketidaksamaan (inequality). Berperhatian pada konflik kepentingan di masyarakat dan bagaimana cara komunikasi didominasi  oleh satu kelompok atas yang kelompok lainnya. Penting memahami pengalaman hidup dalam konteks real masyarakat dan memahami pengetahuan sebagai power.
Contoh Teori : Classical Marxist Theory/critique of Political Economy (Marx), Universal Pragmatic (The Frankfurt School), Cultural Studies (Stuart Hall), Power and Language (Cheris Kramarae).

Dasar-dasar Pengembangan Teori Komunikasi
            Ada lima dasar pengembangan teori komunikasi, yaitu:
         Development of massage : bagaimana kita mencipta, apa yang kita tulis dan kita ekspresikan kepada orang lain?
         Interpretation and generation of meaning: bagaimana manusia memahami pesan, dan bagaimana makna muncul dalam interaksi dengan orang lain? Bagaimana pemikiran mengolah informasi dan menginterpretasi pengalaman?
         Message structure : Bagaimana pesan ditempatkan bersama? Dan bagaimana pesan tsb diorganisasikan?
         Interactional dynamics : melibatkan hubungan  dan ketergantungan antara komunikator dalam diskursus dan pemaknaan
         Institutional and societal dynamics : cara bagaimana power dan sumberdaya didistribusikan kepada masyarakat. Cara budaya diproduksi, dan interaksi diantara segmen masyarakat


LANDASAN KOMUNIKASI MASSA PART 1
Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi Massa merupakan bentuk penyampaian pesan dari komunikator kepada khalayak banyak yang heterogen (tidak terikat dalam satu golongan atau kelompok saja) secara serempak melalui media massa, biasanya umpan balik terjadi secara tertunda  atau bisa juga disebut bahwa Komunikasi Massa merupakan bentuk menyiarkan informasi, gagasan, dan sikap kepada komunikan yang beragam dan jumlahnya yang banyak dengan menggunakan media.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa memiliki karakteristik:
1.      Komunikasi bersifat umum, bisa dibaca siapa saja
2.      Komunikasi bersifat heterogen, tidak terikat pada satu golongan atau kelompok
3.      Media massa memiliki keserempakan
4.      Hubungan komunikator-komunikan bersifat pribadi, dihubungkan melalui media tertentu
5.      Melembaga, terdapat struktur organisasi dalam penyampaian pesan komunikasi massa
6.      Terdapat standarisasi proses produksi, distribusi dan konsumsi isi media
Bentuk-bentuk komunikasi massa ada tiga, yaitu:
1.      Bentuk Perintah (the command mode)
Bersumber dari adanya perbedaan kekuasaan dan otoritas antara pengirim dan penerima. Tujuannya ialah untuk melakukan kontrol dan perintah. Pola hubungannya bersifat satu arah, tidak setara dan tidak berdasarkan sukarela
2.      Bentuk Pelayanan (the service mode)
Ini merupakan bentuk paling umum dan paling sering berlaku dalam hubungan antara pengirim dan penerima. Kedua belah pihak diikat oleh kepentingan bersama dalam situasi pasar atau semacamnya (penawaran dan permintaan jasa simbolik). Misalnya saja, media memberikan infromasi atau hiburan sebagai imbalan yang berwujud pembayaran dan perhatian.
3.      Bentuk Asosiasi (the associational mode)
Bentuk ini memiliki ikatan normatif atau nilai-nilai yang disepakati bersama, yang mendekatkan kelompok atau publik tertentu terhadap suatu sumber media tertentu.  Kedekatan dan perhatian penerima bersifat sukarela dan memuaskan hatinya
Dari tiga hal diatas dapat diketahui bahwa fungsi media massa adalah sebagai media agen perubahan sosial (agents of social change), kontrol sosial (Social control), pendidikan (education), dan sarana hiburan (entertainment). Untuk itulah kita sebagai masyarakat tentunya memiliki kebutuhan akan media karena dengan media kita mengetahui apa yang penting dan perlu, membantu dalam mengambil keputusan (bahan referensi), memperoleh informasi sebagai bahan pembahasan/perbincangan, memberikan perasaan ikut serta dalam kejadian tertentu, memberikan penguatan atas suatu pendapat, mencarikan konfirmasi atas keputusan yang diambil, dan memperoleh relaksasi dan hiburan saan prime time.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar