Senin, 15 September 2014

PENGANTAR SOSIOLOGI KOMUNIKASI MASSA


Review Historis
1.      Fase Retorika Yunani
Pelopornya Georgias (480-370 SM) menyatakan bahwa retorika sebagai seni berbicara untuk kemenangan;  Protagoras (500-432) sebagai keindahan bahasa; Socrates (469-399) demi kebenaran melalui dialog, puncak retorika Yunani terjadi pada masa Demosthenes sebagai kemahiran berbicara di depan umum dan Aristoteles pembuktian maksud pembicaraan melalui upaya menampakan pembuktian (logika).
2.      Fase Retorika Romawi
Dikembangkan oleh Marcus Tulius Cicero (106-43 SM), dalam bukunya Oratore. Berfokus pada sistematika retorika pada dua tujuan pokok  yakni suasio (anjuran), dan dissuasio (penolakan). Tujuannya adalah menyadarkan publik tentang hal-hal yang menyangkut kepentingan rakyat, perundangan-undangan dan keputusan yang akan diambil.
3.      Fase Publisistik
Bermula dari Gaius Julius Caesar (100-44 SM) yang mempelopori jurnal pertama di dunia yaitu Acta Diurna. Kemudian penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg (1400-1468). Kemunculan Surat Kabar Pertama “Avisa Relation Order Zeitung” (1609), dikenal sebagai Science of the Press (Zeitungwissenschaft) abad ke 19. Publisistik diajarkan pertama kali oleh bapak publisistik Prof.Dr. Karl Bucher di universitas Bazel kemudian di Univ Leipzig.
4.      Fase Communication Science
Joseph Pulitzer (1903) memiliki gagasan school of journalism didukung oleh Charles Eliot (Harvard) dan Nicholas Murray Butler (Columbia) maka dikenalah mass media communication. Dilakukan penelitian lanjutan terhadap komunikasi massa oleh : Paul Lazarsfeld, Bernard Berelson, Wilbur Schramm, Everett M Rogers dll, disimpulkan bahwa komunikasi massa hanya satu diantara beberapa dimensi lain proses komunikasi. Sehingga ilmu tentang itu berubah menjadi communication science.
Tahun 1960, Carl I Hovland dalam karyanya “Social Communication” memunculkan istilah “science of commmunication” dengan definisi sebagai : “suatu upaya sistematis untuk merumuskan dengan cara yang setepat-tepatnya asas-asas pentransmisian informasi serta pembentukan opini dan sikap.”
Tahun 1967, terbit buku “The Communicative Arts of Sciences of Speech” ditulis Keith Brooks memperkenalkan istilah communicology. Istilah yang juga digunakan oleh Joseph A Devito. Definisinya : studi tentang ilmu komunikasi secara khusus berkaitan dengan komunikasi oleh dan diantara manusia.

Para Perintis Komunikasi Massa
1.      Charles Cooley (Sosiolog)
2.      Walterlippman (Wartawan)
3.      Sapir (Antropolog)
4.      Whrof (Linguis)
5.      Wiener dan Shannon (Cybernetic Scientist)
6.      Newcomb, Osgood, Klapper, Katz dll (Psikolog)
7.      Pool, Lasswell (Political Scientist)
8.      Boulding (Ekonom), dll.

Founding Fathers Komunikasi Massa
1.      Harold D Lasswell (Illinois, Amerika serikat) karya monumentalnya :”Propaganda and Communication in wolrd History”
2.      Kurt Lewin (Jerman), pemikirannya mengenai “gatekeeping”, “group dynamic”, “consistency Theory” mempengaruhi Festinger “Cognitive Dissonance”, New Comb “A-B-X Model” dll.
3.      Paul Lazarsfeld (Wina), kontribusi nyatanya misal penelitian tentang “Limited effect”
4.      Carl Hovland (AS) : Karyanya antara lain “Communication and Persuasion”
5.      Wilbur Schramm : yang disebut Everret M Roger sebagai “Institulizer of communication research
Bidang-Bidang Komunikasi
1.      Social communication
2.      Organizational Communication
3.      Business Communication
4.      Political Communication
5.      Internasional Communication
6.      Intercultural Communication
7.      Development Communication
8.      Tradisional Communication

Tatanan, Tujuan, dan Fungsi Komunikasi
Personal Communication : intrapersonal, interpersonal. Group Communication : small group comm (ceramah, forum, simposium, seminar, brainsorming). Large group comm (Public Speaking). Komunikasi Massa : Printed mass media comm; electronic mass media comm. Medio Comm : surat, telpon, pamflet, poster, spanduk dll.
Komunikasi bertujuan untuk merubah opini atau pendapat, merubah kebiasaan/prilaku, merubah sikap, dan merubah masyarakat. Berfungsi untuk memberikan informasi, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi pikiran dan rasa menjadi sebuah tindakan komunikasi.

Tujuh Tradisi Komunikasi
1.      Tradisi Sosio Psikologis : komunikasi sebagai pengaruh interpersonal
2.      Tradisi Sibernetik : komunikasi sebagai pemrosesan informasi
3.      Tradisi Retorika : komunikasi sebagai berbicara menarik di depan publik
4.      Tradisi Semiotika : komunikasi sebagai proses berbagai arti melalui isyarat
5.      Tradisi Socio-cultural : komunikasi sebagai pembuatan dan pengembangan realitas sosial
6.      Tradisi Kritikal : Komunikasi sebagai cerminan wacana ketidakadilan
7.      Tradisi Fenomenological : Komunikasi sebagai dialog pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar