Model
Proses Komunikasi Massa
1. Model Transmisi
Pandangan model ini dikaitkan dengan istilah
pengiriman/pemberian informasi kepada pihak lain. Inti dari gagasan ini adalah
isyarat atau penyampaian pesan dalam waktu tertentu untuk tujuan kontrol.
Contohnya: dalam sistem pers yang dikekang oleh pemerintah, wartawan akan
mencoba mengirimkan isyarat kepada masyarakat secara tersirat maupun tersurat
melalui media massa untuk mengontrol masyarakat.
2. Model Ritual (Ekspresi)
Dikaitkan
dengan beberapa istilah, misalnya kebersamaan, partisipasi, asosiasi, persahabatan
atau titik pandang yang sama.
Model
ini intinya tidak menekankan pada penyebaran informasi dari sudut pandang
ruang, melainkan pada masalah pembinaan masyarakat dalam kurun waktu tertentu;
tidak menekankan pada upaya penyampaian informasi tetapi pada pencerminan
kesamaan pandangan. Contoh: penyampaian
pesan melalui penggunaan media komunitas (radio, buletin, koran) sebagai sarana
pembinaan masyarakat.
3. Model Perhatian
Model ini paling sesuai dengan tujuan utama media, dan
paling cocok dengan pandangan khalayak umum menyangkut pentingnya pemakaian
media. contoh: Ketika suatu acara menjadi booming dan menaikkan ratingnya maka
pendapatan media melalui iklan akan bertambah dan media akan menempatkan iklan
sebanyak-banyaknya dalam jeda komersial acara tersebut.
Model Komunikasi Massa
Setidaknya ada 4 model
komunikasi massa yaitu:
1. Model Jarum Hipodermik yakni media massa memiliki dampak kuat, terarah,
segera, da langsung. Media adalah sarana paling ampuh untuk memasukkan ide pada
benak khalayak.
2. One Step Flow Model yakni saluran media massa berkomunikasi langsung
dengan massa tanpa berlalunya pesan kepada orang lain. Pesan yang disampaikan
tidak mencapai semua komunikan dan memiliki efek yang tidak sama karena setiap komunikan
memiliki latar belakang pengalaman komunikasi yang heterogen.
3. Two Step Flow Model yakni menaruh perhatian kepada peranan media massa dan
komunikasi antarpribadi. Jadi, ada dua persepsi yang akan didapat dalam model
ini. Pertama persepsi opinion leader (tokoh masyarakat yang melek informasi)
terhadap pesan dari media massa dan kedua adalah persepsi masyarakat yang tidak
melek informasi terhadap pesan media massa yang diperoleh dari opinion leader.
4. Multi Step Flow Model yakni didasarkan pada fungsi penyebaran
yang berurutan terjadi pada kenyataan situasi komunikasi. Tujuannya, menggunakan banyak saluran
untuk memperteguh persepsi.
Nilai-Nilai Media
1.
Consequencies : Suatu fakta yang dapat membawa akibat bagi khalayak
2.
Human Interest : Menarik dari sudut kepentingan kemanusiaan
3.
Prominence
: Melibatkan tokoh
terkemuka yang menjadi figur/elite opinion
4.
Proximity
: Infromasi memiliki
kedekatan dengan tempat tinggal pembaca
5.
Timelines
: Memiliki unsur aktual
dalam pemberitaan.
Karakteristik Isi dan Industri Media
Dari beberapa
penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa isi media biasanya cepat (aktual
atau tepat waktu), nyata (berupa informasi mengenai fakta), penting (menyangkut
kepentingan orang banyak), dan menarik (mengundang orang untuk melihat konten).
Untuk karekteristik
industri media ialah:
1.
Customer requirments : merujuk
pada harapan konsumen tentang produk media yang mencakup aspek kualitas,
diversitas dan ketersediaan
2.
Competitive environment : yakni lingkungan pesaing yang dihadapi perusahaan
3.
Social expectations : berhubungan dengan tingkat harapan masyarakat
terhadap keberadaan industri media. Semakin tersedia program yang bagus, maka
akan semakin beragam format acaranya dan semakin bagus kualitasnya
Tingkatan Pengaruh Hirarki Media
1. Individual Level, dalam level ini ideologi dalam setiap individu
wartawan sangat berpengaruh dalam pencarian dan penulisan berita.
2. Media Routines Level, dalam level ini, berita akan disortir dalam rapat
ritin redaksi untuk memilih mana berita yang pantas untuk ditampilkan.
3. Organization Level, inilah level yang paling berpengaruh dalam pemilihan
berita. Ketika pemilik media menginginkan mana berita yang harus di tampilkan,
maka berita itu harus ditampilkan tanpa melewati rapat redaksi.
4. Extra Media Level, berita yang ditayangkan biasanya mengacu kepada
pernyataan dari organisasi diluar media misalnya Ormas Islam, Figur Publik,
atau Lembaga Negara
5. Ideological Level, level yang paling berasa efeknya pada negara otoriter.
Karena ideologi negara menentukan mana berita yang pantas untuk ditayangkan.
TEORI-TEORI KOMUNIKASI MASSA PART 1
1. Teori Agenda Setting
Teori Agenda Setting
diperkerkenalkan oleh Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw dalam tulisan mereka
yang berjudul “The Agenda Setting Function of Mass Media” yang telah
diterbitkan dalam Public Opinion Quarterly pada tahun 1972. Menurut
kedua pakar ini jika media memberikan tekanan pada suatu peristiwa, maka media
itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting (Effendy, 2003:287). Singkatnya
apa yang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting pula oleh
masyarakat. Begitu juga sebaliknya apa yang dilupakan media, akan luput juga
dari perhatian masyarakat.
Ada tiga
saluran dari teori agenda setting yaitu agenda media (faktor penyebab berita
itu penting di suatu media), agenda khalayak (faktor penyebab berita itu
penting di masyarakat), agenda kebijakan (faktor penyebab berita itu penting
bagi pribadi).
Agenda
Media
-
Visibility
(visibilitas) yakni jumlah dan tingkat
menonjolnya berita
-
Audience
salience (tingkat
menonjolnya bagi khalayak) yakni relevansi isi berita dengan kebutuhan khalayak
-
Valence
(Valensi)
yakni menyenangkan atau tidak menyenangkan cara pemberitaan bagi suatu
peristiwa.
Agenda Khalayak
-
Familiarity
(keakraban) yakni derajat kesadaran
khalayak akan topik tertentu,
faktor popularitas figur tertentu mempengaruhi
-
Personal
Salience (penonjolan
pribadi) yakni relevensi kepentingan dengan ciri pribadi
-
Favorability
(Kesenangan)
yakni pertimbangan senang atau tidak senang akan topik berita
Agenda Kebijakan
-
Support
(dukungan) yakni kegiatan menyenangkan bagi posisi
suatu berita tertentu
-
Likelihood
of action (kemungkinan
kegiatan) kemungkinan melaksanakan apa yang diibaratkan
-
Freedom
of action (kebebasan
bertindak) yakni nilai kegiatan yang mungkin dilakukan.
Efek dari agenda setting ada dua yakni secara langsung
dan efek lanjutan. Efek langsungnya biasanya masyarakat menilai dan
mengklarifikasi bahwa isu yang beredar ada atau tidak, masyarakat akan memilih
mana berita yang dianggap penting, dan pastinya berita yang bagus akan
dirangking oleh responden. Sedangkan, efek lanjutannya adalah akan membentuk
persepsi dan tindakan dalam masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar