Jumat, 06 Juni 2014

Filosof Muslim: Ibn Bajjah



Lahir di Zaragoza, Spanyol, akhir abad ke 5 H/11 M dengan nama asli Abu Bakr Muhammad ibn Yahya al-Sha’igh. Beliau juga dikenal sebagai Avampace. Para ahli sejarah memandang Ibn Bajjah sebagai seorang yang berpengetahuan luas dan mahir dalam beberapa ilmu. Bahkan Fath ibn Khaqan yang menuduh dan mengecam Ibn Bajjah sebagai ahli bid’ah karena mengakui keamat pandaiannya. Juga karena menguasai sastra, tata bahasa dan filsafat kuno, Ibn Bajjah telah disejajarkan dengan al-Syaikh al-Rais Ibn Sina.
            Karena ketenaran Ibn Bajjah, Abu Bakar Sahrawi gubernur Saragossa mengangkat nya sebagai pejabat tinggi dalam pemerintahannya. Pada tahun 512H/1118M, Ibn Bajjah meninggalkan kota Zaragoza lalu tinggal di Seville dan menjadi tabib. Kemudian ia pergi ke Granada, lalu pergi ke Afrika Barat-Laut.

KARYA-KARYANYA
  1. The Bodleian MS., Arabic Pococke No.206 tentang risalah-risalah mengenai ilmu pengobatan, dan Risalat al-Wada’.
  2. The Berlin MS. No.5060, hilang pada masa Perang Dunia II.
  3. The Escurial MS. No.612. Hanya berisi risalah yang ditulis oleh Ibn Bajjah sebagai penjelas atas risalah-risalah al-Farabi dalam masalah logika. Ditulis pada tahun 667H/1307M di Seville.
  4. The Khediviah MS. Akhlaq No. 290 buku itu ringkasan dari Tadbir al-Mutawahhid
  5. Brockelmann menyatakan bahwa The Berlin Library memiliki sebuah syair pujian karya ibn Bajjah berjudul Tardiyyah.
  6. Karya-karya yang disunting oleh Asin Palacios dengan terjemahan bahasa Spanyol dan catatan-catatan yang diperlukan : (i) Kitab al-Nabat, al-Andalus, jilid V, 1940; (ii) Risalah Ittisal al-Aql bi al-Insan, al-Andalus, jilid VII, 1942; (iii) Risalah al-Wada’, al-Andalus, jilid VIII, 1943; (iv) Tadbir al-Mutawahhid berjudul El Regimen Del Solitario, 1946
  7. Karya-karya yang disunting oleh Dr. M.Shaghir Hasan al-Ma’sumi: (i) Kitab al-Nafs  dengan catatan dan pendahuluan dalam bahasa Arab, Majallah al-Majma’ al-‘Ilm al-‘Arabi,  Damaskus, 1958; (ii) Risalah al-Ghayah al-Insaniyyah berjudul Ibn Bajjah on Human End, dengan terjemahan bahasa Inggris, Journal of Asiatic Society of Pakistan, jilid II, 1957.

FILSAFATNYA
            Ibn Bajjah ahli dalam teori maupun praktek ilmu-ilmu matematika, terutama astronomi dan music, mahir dalam ilmu pengobatan dan tekun dalam studi-studi spekulatif seperti logika, filsafat alam dan metafisika. Beliau menyandarkan filsafat dan logikanya pada karya-karya al-Farabi, tapi dia telah memberikan sejumlah besar tambahan dalam karya-karya itu. Tidak seperti al-Farbi, dia berurusan dengan segala masalah hanya berdasarkan nalar semata. Dia mengagumi filsafat Aristoteles yang diatasnya membangun sistem nya sendiri. Seperti Aristoteles, ibn Bajjah mendasarkan metafisika dan psikologinya pada fisika.
            Beberapa pendapat filosofis Ibn Bajjah:
1.      Materi dan Bentuk
Dalam tulisan-tulisan ibn Bajjah, kata bentuk  dipakai untuk mencakup berbagai arti: jiwa, sosok, kekuatan, makna, konsep.
Menurut pendapatnya, bentuk suatu tubuh memiliki tiga tingkatan: bentuk jiwa umum atau bentuk intelektual, bentuk kejiwaan khusus dan bentuk fisik.
2.      Psikologi
Ibn Bajjah mendasarkan psikologinya pada fisika. Dia memulai pembahasannya  mengenai jiwa dengan definisi jiwa dan menyatakan bahwa tubuh tersusun dari materi dan bentuk.
3.      Akal dan Pengetahuan
Menurut Ibnu Bajjah, akal merupakan bagian terpenting manusia. Pengetahuan yang benar dapat diperoleh lewat akal  yang merupakan satu-satunya sarana melalui nya kita mampu mencapai kemakmuran dan membangun kepribadian. Tuhan memanifestasikan pengetahuan dan perbuatan kepada makhluk-makhluk-Nya yang ada . setiap makhluk menerima ini semua dari-Nya sesuai dengan tingkat kesempurnaan eksistensi masing-masing.
Pengetahuan yang paling tinggi yaitu pengetahuan mengenai Tuhan sendiri dan malaikat-malaikat-Nya, lalu pengetahuan mengenai kejadian-kejadian apa yang telah terjadi atau akan terjadi di alam raya ini – pengetahuan yang diperoleh lewat wawasan hati mereka, tanpa menggunakan mata mereka.
4.      Tuhan Sumber Pengetahuan
Mengenai rahmat Tuhan, yang lewat rahmat tersebut unsur rasional mengenali perbedaan-perbedaan, seorang manusia melebihi manusia lainnya, dan hal itu sesuai dengan kapasitas yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya.
Untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan, ibn Bajjah menasehati kita untuk melakukan tiga hal:
      Membuat lidah kita selalu mengingat Tuhan dan memuliakan-Nya
      Membuat organ-organ tubuh kita bertindak sesuai dengan wawasan hati
      Menghindari segala yang membuat kita lalai mengingat Tuhan atau membuat hati kita berpaling dari-Nya.
5.      Tasawuf
Ibn Bajjah menjunjung tinggi para wali Allah (auliya’Allah)  dan  menempatkan mereka dibawah para nabi. Menurutnya, sebagian orang dikuasai oleh keinginan jasmaniah belaka  – mereka berada ditingkat paling bawah –  dan sebagian lagi dikuasai oleh spiritualis – kelompok ini sangat langka, dan termasuk dalam kelompok ini Uwais al-Qarni dan Ibrahim ibn Adham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar