Potongan Al-Quran terhadap akal dan pemikiran filsafat
Sedikitnya ada 8 kara dalam Al-Quran :
-
Aqola bermakna berfikir (45 ayat lebih)
-
Nazhara bermakna melihat/menalar (30 ayat lebih)
-
Tadabbara berarti merenungkan (2)
-
Tafakkara berarti berfikir (16 ayat lebih)
-
Faqiha bermakna mengerti/paham (16 ayat lebih)
-
Fahima berarti memahami (1)
-
Ulul albab bereti orang yang berpikiran (beberapa ayat)
Filsafat Islam dan Tasawuf
Tasawuf merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari cara dan jalan
bagaimana mendekatkan diri kepada Allah. Asal kata ‘tasawuf’ adala sufi yaitu
sejenis kain wol kasar yang dipakai oleh orang-orang yang hidup sederhana namun
berhati suci dan mulia.
Perbedaan Filsafat dan Tasawuf
-
Filsafat menggunakan akal, argumen dan logika. Sementara tasawuf
menempuh jalan Mujahadah (menekan hawa nafsu), Musyahadah (pandangan
batin), intuisi dan pengalaman batin.
-
Objek filsafat membahas segala yang ada sedangkan tasawuf mengenal
Allah.
-
Adanya saling kritik antara kaum sufi (Al-Ghazali) terhadap filsafat dan
Ibn Rusyd terhadap tasawuf.
Filsafat Islam dan Ushul Fiqh
Secara ringkas ushul fiqh adalah ilmu pengetahuan tentang dasar-dasar
hukum dalam Islam. Penyusunnya adalah Imam Syafi’i dalam buku Al-Risalat. Ushul
fiqh lebih dekat dan masuk dalam ruang lingkup filsafat Islam. Dalam menetapkan
suatu hukum syariat, ushul fiqh menggunakan pemikiran filosofis bahkan
cenderung mengikuti ilmu logika. Dalam ushul fiqh dikenal dengan istilah ijtihad
(usaha mengeluarkan ketentuan hukum dengan akal pikiran), Al- Ra’y (akal
pikiran), qiyas (analogi) dan ilat (sebab).
Filsafat Islam dengan Sains
Setiap filosof adalah ilmuwan sedangkan setiap ilmuwan belum tentu
filosof karena filsafat bediri atas dasar ilmu pastti dan alam. Pada masa
kejayaan Islam, filsafat dan sains berbaur menjadi satu dan saling
mempengaruhi. Namun, beberapa abad kemudian terputus hubungan anrata filsafat
dengan sains. Saat ini terjadi konfrontasi antara filsafat dan agama, filsafat
Islam berubah menjadi filsafat skolastik yang kering dan gersang.
Folosof Islam dan Sains
-
Al-Kindi ahli ilmu pasti dan astronomi
-
Ibn Sina ahli ilmu kedokteran
-
Al-Hasan ibn Haitam menemukan ilmu pasti
-
Abu Musa Al-Jabir ibn Hayyan ahli di bidang kimia
-
Abu Raihan ibn Ahmad Al-Baruni ahli ilmu astronomi
-
Muhammad Assyarif Al-Idrisi ahli ilmu bumi
-
Abu Zakariya Yahya ibn Awwam ahli ilmu pertanian
-
Abu Usman Amr ibnu Bahr Al-Jahiz ahli ilmu hewan
Filsafat Islam dan Filsafat Yunani
Logika Yunani mempunyai pengaruh yang sangat besar pada alam pikiran
Islam di zaman Dinasti Abbasyah. Perlu ditegaskan bahwa pengaruh bukan berarti
plagiat karena kebanyakan para filosof baik Islam mapunun non-Islam terpengaruh
oleh pemikiran filosof sebelumnya.
Khalifah Al-Maknu, seorang intelektual di
zaman Dinasti Abbasyah membangun pusat penerjemahan buku-buku dan pusat
pengembangan filsafat dan sain yang di sebut Bait AL-Hikam. Dalam Bait
Al-Hikam ini, berbagai buku filsafat dari berbagai bidang yang berbahasa
Siryani, Yunani dan Persia diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Dengan adanya
era penerjemahan, ini umat Islam telah mampu menguasai intelektual dari tiga
kebudayaan yang sudah tinggi saat itu yaitu Yunani, Persia dan India. Para
intelektual Islam tidak hanya mampu menguasai filsafat dan sains, tapi juga
mengembangkan dan menambahkan hasil observasi ke dalam sains dan hasil pemikiran
ke dalam lapangan filsafat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar